by

PERJUANGAN PANJANG UNTUK SAMPAI DI TAMAN NASIONAL TESSO NILO

Tak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih banyak orang yang ingin menjadi seoarang PNS, termasuk saya. Puji Tuhan, pada pengumuman kelulusan CPNS yang diumumkan pada tanggal 30 Oktober 2020 lalu, nama saya menjadi salah satu peserta yang lulus CPNS Formasi 2019. Sekali mengikuti tes CPNS langsung lulus? Tidak, saya baru lulus di seleksi ke-4 yang saya ikuti, usaha yang panjang.

Seleksi CPNS Formasi tahun 2019 ini juga cukup panjang dikarenakan pandemi Covid-19, yaitu pendaftaran 11-25 November 2019, pelaksanaan seleksi kemampuan dasar (SKD) 27 Januari – 4 Maret 2020, pelaksaaan seleksi kemampuan bidang (SKB) yang dijadwalkan Maret 2020 ditunda karena kondisi Covid-19 dan terlaksana pada 1 September – 12 Oktober 2020, pengumuman seleksi 30 Oktober 2020, TMT 1 Desember 2020, dan CPNS Kementerian LHK mendapat panggilan tugas untuk melapor ke penempatan masing-masing pada 4-11 Januari 2021.

Pada CPNS formasi tahun 2019, BTN. Tesso Nillo mendapat alokasi CPNS sebanyak tiga orang, yaitu saya sendiri Rehulina, S.Hut (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama-SPTN Wil. I LKB), Septo Ismeldo, S.Hut (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama-SPTN Wil. II Baserah) dan Chyndy Yulya Chandra (Polisi Kehutanan Pemula-SPTN Wil. II Baserah). Saya Melapor ke BTN. Tesso Nilo pada hari Senin, 04 Januari 2021 dan langsung melaksanakan tugas. Pertama kali melapor kami disambut oleh KaUr Kepegawaian yaitu
Ibu Riecha Putri Yenda, A.Md dan kami menyerahkan segela dokumen yang diperlukan kepada beliau.

Saya memilih Taman Nasional Tesso Nilo sebagai tempat mengabdi selain karena ingin berkontribusi positif terhadap kinerja balai, juga karena lokasi Taman Nasional Tesso Nillo berada adalah tempat dimana saya berdomisili. Saya tidak asing lagi dengan Taman Nasional Tesso Nilo, besar harapan saya itu menjadi kekuatan tambahan untuk diri pribadi dalam melaksanakan tugas ke depannya. Balai Taman Nasional Tesso Nilo saat ini dipimpin oleh Plt. Kepala Balai, Bapak Andri Hansen Siregar, S.Hut.T., M.Sc.

Suasana kekeluargaan yang hangat adalah hal yang bisa saya gambarkan selama saya sudah lebih kurang sebulan berada di sini. Para atasan, KaUr, rekan kerja baik PNS maupun PPNPN yang sudah lebih dulu mengabdi menyambut kehadiran CPNS dengan tangan terbuka, komunikatif, mau memberi arahan, diskusi, berbagi ilmu pengetahuan, dan berbagi pegalaman selama bekerja di BTNTN.

Sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE, Bapak Ir. Wiratno, M.Sc. pada hari selasa, 12 Januari 2021, CPNS menjalani masa orientasi selama 2 bulan di balai sebelum ditempatkan ke seksi wilayah masing-masing sesuai SK penempatan. Yang sangat spesial, kami juga mendapat pengarahan dan pembekalan langsung dari Menteri LHK, Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. pada hari Rabu, 27 Januari 2021. Arahan dan motivasi dari Ibu Menteri LHK menjadi energi tersendiri buat saya untuk mengabdi dan berkarier di KLHK. Beliau menjadi rule model buat saya dalam merencanakan jenjang karier, bahwa “Perempuan pun dapat berkarya dan memiliki jenjang karier di KLHK”.

Untuk mempermudah kinerja balai, di bawah Subbag Tata Usaha dibuat penanggung jawab urusan-urusan tertentu, yakni terdapat sembilan urusan. Dan selama masa orientasi, Kasubag TU Bapak Delfi Andra, S.P. mengarahkan CPNS untuk menjalani orietasi di sembilan urusan tersebut. Kami telah menjalani masa orientasi di urusan: 1. Teknik, Perpetaan, dan Kawasan Konservasi, 2. Keuangan, 3. Satgas Polhut, dan 4. Pengendalian Kebakaran Hutan. Saat ini kami menjalani masa orientasi di Urusan Humas, perijinan, Promosi, dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan. Kedepannya akan menjalani masa orientasi di urusan 1. Program, Anggaran, Perencanaan, Kerjasama, dan Pelayanan, 2. Kepegawaian, 3. Persuratan, Kearsipan, Perlengkapan, dan Kerumahtanggaan, dan 4. Pengelola Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Perpustakaan.

Masalah utama di Kawasan Hutan TN. Tesso Nilo adalah perambahan dan
illegal logging yang mengakibatkan berkurangnya luasan tutupan hutan. Untuk kedepannya sebagai Calon Penyuluh Kehutanan berharap dapat memberi pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat di sekitar tentang pentingnya keberadaan hutan dalam mendukung kehidupan manusia itu sendiri, dan melaksanakan kegiatan prioritas seperti pemulihan ekosistem dan memberdayakan masyarakat sekitar agar ikut serta dalam menjaga dan melestarikan Hutan Tesso Nilo.

Seperti panjangnya perjalanan panjang hingga saya bisa bergabung di TN. Tesso Nilo, saya meyakini begitu juga panjangnya bahkan lebih lagi pekerjaan yang harus dilakukan kedepannya untuk mengelola Hutan Tesso Nilo. Besar harapan saya “Hutan yang tersisa dilindungi dan yang habis direhabilitasi” agar kelestarian Hutan Tesso Nilo tetap terjaga dan dapat berfungsi sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Salam Lestari!

 

Sumber : Rehulina, S.Hut

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed