All for Joomla All for Webmasters

Social Login

Remember me
Berita

BTN. Tesso Nilo Bentuk 30 Orang Masyarakat Mitra Polhut (MMP)

LKB, Rabu 19 Juli 2017.

 

Balai Taman Nasional Tesso Nilo melakukan pembentukan masyarakat mitra polhut (MMP) untuk 3 desa sekitar kawasan TNTN yaitu 10 orang dari Desa Lubuk Kembang Bunga, 10 dari Desa Air Hitam dan 10 orang dari Desa Bagan Limau. Kegiatan pembentukan MMP ini diadakan di Kantor SPW I LKB yang dimulai sejak hari Rabu - Kamis tanggal 19 - 20 Juli 2017. Pembukaan acara pembentukan MMP dibuka  secara resmi oleh Kepala Balai BTNTN yang diwakili oleh Kepala SPW I LKB. Turut hadir pada acara pembukaan Kapolsek Ukui AKP. Amriadi, SH, Babinkamtibmas Desa LKB Aiptu. Sani, dan 2 (dua) orang tamu undangan dari Dosen Pasca Sarjana FISIP Universitas Riau.

 

Dalam kata sambutannya Kepala SPW I LKB menyampaikan selamat datang kepada 30 orang masyarakat yang sudah bersedia dan hadir untuk mengikuti acara pembentukan MMP ini. Ditambahkan bahwa tantangan pengelolaan kawasan TNTN sangat berat jika hanya dilakukan oleh BTNTN, oleh karenanya bantuan, kerjasama dan partisipasi aktif dari masyarakat sungguh diharapkan.

 

Kepala SPW I LKB juga berharap para peserta mengikuti pelatihan singkat pembentukan MMP ini dengan serius dan baik sampai selesai. Dengan terbentuknya dan dikukuhkan MMP nanti oleh Kepala Balai TNTN maka diharapkan mampu berasama-sama dengan para petugas BTNTN utamanya anggota Polhut untuk melakukan patroli perlindungan dan pengamanan kawasan TNTN. Semoga pelatihan ini berjalan lancar dan semua yang kita lakukan menjadi amal ibadah disisi Allah SWT. Tutup Pak Taufiq.

BTN. Tesso Nilo Serahkan Bantuan 50 Stup Bibit Lebah Madu

Bagan Limau, Kamis 13 Juli 2017 BTNTN menyerahkan bantuan 50 Stup bibit lebah madu kepada kelompok Budidaya Lebah Madu Setia Maju di Desa Bagan Limau Kec. Ukui Kab. Pelalawan. Penyerahan bantuan bibit lebah madu tersebut diterima langsung oleh Kades Bagan Limau Parsana, Ketua Kelompok Muhadi dan disaksikan oleh para tokoh masyarakat diantaranya Ketua BPD, Ketua LKMD, Ketua Adat serta beberapa masyarakat lainnya.

Bantuan bibit lebah madu ini merupakan upaya nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan TNTN.  Sejak dulu BTNTN selalu mencari strategi dan cara agar ekonomi masyarakat sekitar hutan tumbuh dan membaik, sehingga ketergantungan terhadap hutan dapat dikurangi. Jika ekonomi masyarakat sejahtera maka diyakini akan mampu  mengurangi laju perambahan kawasan hutan. Selain itu pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan juga merupakan tujuan dari konservasi. Suatu Taman Nasional tidak bisa hanya melakukan perlindungan terhadap hutannya, akan tetapi juga memberikan manfaat nyata terhadap masyarakat sekitarnya. Ketika pengelola taman nasional mampu menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, hadir ambil bagian mewakili pemerintah dalam menyelesaikan masalah sosial masyarakat, maka disitu keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melindungi kawasan pasti akan terbangun dengan baik.

Dengan mengedepankan prinsip tersebut, BTNTN tidak akan henti-hentinya menunjukkan kepedulian kepada masyarakat utamanya soal peningkatan kesejahteraan. Oleh karenanya, melalui budidaya madu ini BTNTN berkeyakinan penuh mampu memberikan manfaat kepada masyarakat. Dipilihnya budidaya madu tentunya tanpa alasan, TNTN selain kawasan konservasi juga merupakan penghasil hasil hutan non kayu seperti madu sialang. Namun saat ini ketersediaan madu sialang sudah mulai langka dan sulit untuk didapatkan akibat maraknya perambahan hutan.

Madu sialang Tesso Nilo sudah memiliki nama dikalangan masyarakat akan kualitas dan keasliannya bahkan sudah mampu menembus pasar Internasional. Secara ekonomi tentunya alasan-alasan itu peluang besar bagi masyarakat untuk berusaha. Oleh sebab itu BTNTN memilih budidaya madu dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Jika semua pihak fokus, serius dan mau bekerja keras program budidaya madu ini akan menjadi usaha primadona bagi masyarakat nantinya. Nilai ekonominya begitu menjanjikan. Dengan demikian keinginan masyarakat untuk memperluas kebun sawitnya akan dapat dilawan melalui usaha budidaya madu ini.

Disisi lain, budidaya madu ini juga merupakan bagian dari usaha BTNTN dalam menghidupkan dan melestarikan kebudayaan asli masyarakat adat. Banyak hal yang akan bisa digali dan dijual terkait keunikan dari lebah madu ini seperti cara memanen, mengolah dan membudidayakan itu sendiri. Semua itu akan jadi nilai jual untuk kegiatan ekowisata TNTN.

 

Melihat semangat masyarakat dan didukung oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat Desa Bagan Limau, BTNTN optimis budidaya lebah madu yang dilakukan oleh kelompok Setia Maju ini akan membuahkan hasil nantinya, asalkan masyarakatnya mau bekerja keras dan sabar dalm menghadapi tantangannya. Pada kesempatan penyerahan ini Kades Bagan Limau mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Balai TNTN akan kepeduliannya untuk masyarakat. Kades juga berpesan agar kelompok Setia Maju memanfaatkan bantuan ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai gagal. Kades dengan tegas mengatakan Desa Bagan Limau siap menjadi pilot project atau model dalam program budidaya lebah madu ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan perlindungan untuk kita semua, tutup Kades Parsana.

Kontributor : Ahmad Gunawan, S.Hut

Praktek Siswa SMK Kehutanan di Kawasan TN. Tesso Nilo

Saat ini mereka bagaikan tunas tanaman yang baru muncul. 3 tahun kedepan mereka sudah tumbuh besar dan bisa memberikan manfaat untuk alam serta jutaan manusia.

Ya...inilah mereka calon rimbawan muda yang akan menjadi penerus penjaga rimba. Mereka dididik dan dibentuk melalui Sekolah Menengah Kehutanan (SMK) bentukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka begitu pintar dan cerdas karena memang direkrut melalui seleksi yang baik, selain syarat nilai 4 mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris) harus melalui tes, syarat fisik juga menjadi penentu.

Maret 2017 s.d April 2017 mereka akan melaksanakan praktek lapangan di kawasan TN. Tesso Nilo. Balai TN. Tesso Nilo mendapatkan tugas mulia dari pihak sekolah untuk mendidik, membentuk, menjaga dan mendampingi para calon rimbawan ini dalam melaksanakan praktek. Semoga kami selalu diberikan kemampuan dan kesehatan serta perlindungan dari Allah SWT selama melaksanakan tugas mulia ini, dan ilmu serta pengalaman yang kami bagi menjadi bekal bagi mereka dalam menyongsong dunia kerja untuk menyelamatkan sumberdaya alam.

Lubuk Kembang Bunga (15/03/2017).

Penulis  : Ahmad Gunawan S.Hut

Editor     : Humas TNTN

Rapat Peningkatan Pengelolaan Kawasan TN. Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci,  Rabu (05/04). Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (Bpk. Supartono, S. Hut, MP) dan KasubagTU (Bpk. Delfi Andra,  SP) memimpin  agenda rapat peningkatan pengelolaan kawasan taman nasional di Kantor Balai TNTN.

Peningkatan pengelolaan kawasan  yaitu suatu kegiatan yang telah, maupun yang akan dilaksanakan untuk mengetahui pencapaian atau realisasi rangkaian beberapa aspek kegiatan.  Pada rangkaian aspek  pemberdayaan masyarakat seperti kegiatan yang akan direalisasikan yaitu kemah konservasi, pembinaan kelompok pecinta alam, pameran konservasi  serta pembinaan dan penguatan kelompok swadaya masyarakat. Aspek pengamanan dan perlindungan kawasan berupa kegiatan patroli rutin, patroli bersama masyarakat, groundcheck titik hotspot dan kegiatan pengamanan lainnya.

Berkaitan dengan penyebaran informasi, dilakukan sosialisasi melalui Rapat Koordinasi, Sosialisasi kawasan konservasi, Sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan, Pameran dan kampanye kegiatan konservasi. Upaya lainnya menurut Kepala Balai  adalah membangun koordinasi dan kerja sama yang sinergis antar pemangku kepentingan akan hutan, sosialisasi dan pendidikan pada masyarakat untuk membangun pemahaman akan fungsi dan arti penting sumber daya hutan yang berkelanjutan.

Penulis   : M. Ilham Gobel, A.Md

Editor      : Humas TNTN

323 Siswa SMP Kunjungi Laboratorium Alam di Kawasan TN. Tesso Nilo

Sabtu 1 April 2017 TN. Tesso Nilo menerima kunjungan SMP N 1 Ukui Kecamatan Ukui Kab. Pelalawan dalam rangka "Kunjungan Laboratorium Alam dan Praktek Mata Pelajaran IPA" yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah dan didampingi 23 guru.

Dipilihnya kawasan TN. Tesso Nilo untuk kegiatan dimaksud tentu diikuti dengan alasan tertentu. Dalam sambutannya Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kawasan TN. Tesso Nilo memiliki keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga sangat tepat sebagai wadah belajar bagi anak-anak sekolah SMP dalam mengetahui jenis pohon, satwa, hutan dan fungsinya untuk kehidupan manusia.

Sebaliknya, pihak Balai TN. Tesso Nilo juga bangga atas kunjungan dari SMP ini karena berkesempatan menyampaikan pesan-pesan perlindungan dan konservasi hutan kepada anak-anak didik yang merupakan generasi emas bangsa.

Selain itu, kegiatan ini juga bukti nyata bahwa hutan memiliki fungsi edukasi dan ekowisata bagi manusia. Hutan adalah anugrah dari Allah SWT yang dapat dijadikan tempat belajar bagi siapapun, oleh karenanya manusia wajib ramah terhadap hutan dan sumberdaya yang dikandungnya.

Sepanjang kegiatan ini anak-anak terlihat begitu bahagia, semuanya menebar senyum, dan antusia bertanya tentang hutan dan pohon. Semoga pesan-pesan konservasi sejak dini menjadi modal bagi generasi bangsa ini untuk ramah terhadap hutan. Semoga..!!

Penulis   : Ahmad Gunawan, S.Hut

Editor      : Humas TNTN

 

Kirim Pertanyaan