All for Joomla All for Webmasters

Social Login

Remember me
Berita

TN. Tesso Nilo Melakukan Penyuluhan Konservasi di SMPN 1 Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga

TN. Tesso Nilo melakukan kegiatan penyuluhan konservasi pada hari Jumat (10/03/2017) di SMPN 1 Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga. Tim Penyuluhan terdiri dari petugas dari Balai TN. Tesso Nilo dan SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (Dodi Firmansyah S.Hut; M. Ilham Gobel A.Md; Dessy Maulina A.Md; dan Arie Wulandari, S.AB).

Penyuluhan konservasi ini bertujuan untuk, mengenalkan lebih dekat TN. Tesso Nilo sebagai suatu kawasan konservasi yang letaknya dekat dengan tempat tinggal mereka, mengetahui nilai-nilai penting kawasan konservasi terutama fungsinya dalam menunjang kehidupan sehari-hari, sehingga timbul kesadaran bahwa keberadaan Taman Nasional pada saat ini sangat perlu dijaga kelestariannya, menciptakan pola pikir dan jiwa konservasi di kalangan pelajar sejak dini dan terbentuknya dukungan terhadap Balai TN. Tesso Nilo sehingga pengelolaan Taman Nasional dapat dilakukan secara partisipatif, dan mengenalkan lebih dekat lembaga Balai TN. Tesso Nilo dan personilnya, sehingga akan timbul rasa kebersamaan dan saling menghargai satu sama lain.

Metode penyuluhan berupa penyampaian materi diselingi permainan, pemutaran film konservasi, praktek penanaman pohon dan games konservasi diberikan kepada anak-anak sekolah untuk memudahkan mereka dalam memahami materi yang diberikan.

Tim penyuluhan melakukan evaluasi singkat terkait pelaksanaan penyuluhan ini melalui pemberian kuis sebelum dan sesudah kegiatan. Diawal evaluasi peserta terlihat belum begitu mengenal apa itu Taman Nasional dan lingkungan alam. Setelah dilakukan penyuluhan konservasi diketahui bahwa ada peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap para peserta sehingga mereka mengenal alam, lingkungan, TN. Tesso Nilo dan mengerti bahwa menjaga hutan dan lingkungan penting bagi kehidupan manusia.

Humas TNTN

Orientasi jelajah TN. Tesso Nilo 2017. “ Upaya untuk pengamanan hutan TN. Tesso Nilo”

Balai Tn. Tesso Nilo bersama TNI, Polri dan Masyarakat melakukan kegiatan orientasi jelajah/ekspedisi TN. Tesso Nilo 2017 pada tanggal 20 s.d 24 Februari 2017.  Kegiatan ini dilepas langsung oleh Ka Balai TN. Tesso Nilo Supartono, S.Hut, MP dan Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo, S.IK.

Kegiatan kegiatan orientasi jelajah/ekspedisi TN. Tesso Nilo 2017  merupakan langkah awal untuk kegiatan pengamanan hutan di kawasan TN. Tesso Nilo. Tujuan kegiatan ini adalah untuk: Melakukan survey dan memperbaharui data jalur jelajah TN. Tesso Nilo tahun 2017, menetukan lokasi jalur dan camp jelajah TN. Tesso Nilo tahun 2017, serta memperbaharui data dan informasi terkini mengenai keanekaragaman hayati di kawasan TN. Tesso Nilo.

Sasaran lokasi kegiatan ini adalah pada batas tutupan hutan dengan area yang sudah terbuka dari SPTN Wil. I Lubuk Kembang Bunga sampai dengan SPTN Wil. II Baserah sesuai jalur di peta kerja yang rawan kegiatan perambahan, kebakaran, konflik satwa, dan kegiatan ilegal lainnya.

Hasil akhir jelajah/ekspedisi adalah untuk menjadikan kawasan hutan TN. Tesso Nilo ramai dengan aktivitas pengamanan sehingga membatasi ruang gerak para pelaku perusakan, perambahan dan pembakaran hutan.

(Humas TNTN)

2 Lembaga Jepang Tanam Pohon di Lahan Terdegradasi Riau

Siak - Dua lembaga independen dari Jepang berkolaborasi bersama APP Sinar Mas Group dalam menanam pohon di lahan terdegradasi di Riau. Seorang warga Jepang lanjut usia menitipkan donasi untuk program penghijauan tersebut.

 

Kedua lembaga Jepang itu adalah International Tropical Timber Organization (ITTO) dan Japan Agency for Environmental Business. Mereka berkunjung ke lahan terdegradasi di Arboretum Sinar Mas Forestry di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (4/8/2016).

 

Untuk ke depan, program ini akan berlanjut ke kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Bibit kayu Meranti yang ditanam berasal dari Sumatera.

Kepala Konservasi APP, Dolly Priatna, menjelaskan manajemen berkomitmen untuk menyediakan 10 juta dolar AS per tahun untuk program restorasi lahan terdegradasi di 10 lanskap yang berada di sekitar konsesi hutan tanaman industri APP-Sinar Mas di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Lima area restorasi terdapat lima lanskap, yakni Giam Siak Kecil, Semenanjung Kampar-Kerumutan, Senepis dan Bukit Tigapuluh.

 

"Dari program tersebut, wilayah restorasi paling luas berada di Riau. Program ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan," ujar Dolly.

 

Dolly menjelaskan, kolaborasi dengan dua lembaga Jepang, juga menggandeng Yayasan Belantara, sebuah yayasan independen yang awalnya dibentuk oleh APP untuk mengelola pendanaan dalam mendukung berbagai program konservasi di lanskap Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, terdapat juga Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kuok, Riau (FORDA Kuok).

Serah Terima Pengelolaan Gajah Sumatera Antara BBKSDA Riau dengan Balai TN. Tesso Nilo

 

Balai TN. Tesso Nilo dan BBKSDA Riau telah melakukan penandatanganan berita acara serah etrima pengelolaan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) pada hari senin, tanggal 20 Maret 2017 di kantor Balai Besar KSDA Riau, Jln. HR. Soebrantas Km 8,5 Pekanbaru.   Penandatanganan dilakukan antara Ka.BBKSDA Riau, Dr. Ir. Mahfudz, M.P dengan Ka. Balai TN. Tesso Nilo, Supartono, S.Hut, M.P. Serah terima ini disaksikan oleh Kabag TU BBKSDA Riau Setyo Utomo, S.H., M.Si., Kasi P3 BBKSDA Ujang Holisudin, S.Hut. dan Ka. Seksi SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga Taufiq Haryadi, S.P.

Gajah sumatera yang diserahkan tersebut sejumlah 7 ekor, yang terdiri dari 4 jantan dan 3 betina. Gajah tersebut merupakan bagian dari tim Flying Squad yang bertempat di wilayah SPTN Wilayah I. Lubuk Kembang Bunga. Flying squad adalah tim patroli yang terdiri dari gajah-gajah terlatih bersama dengan pawangnya. Tim ini secara rutin, berpatroli dengan mengendarai gajah ke daerah yang berbatasan dengan taman nasional Tesso Nilo. Tim ini dilatih untuk selalu siaga menggiring gajah liar yang masuk ke perkebunan masyarakat atau perusahaan untuk kembali ke hutan.

Dengan pengelolaan gajah dan tim flying squad oleh pihak Balai TN. Tesso Nilo ini diharapkan pengoperasian tim flying squad menjadi lebih efektif dan efisien sehingga mampu memberikan hasil maksimal terhadap kegiatan mitigasi konflik gajah dan manusia di kawasan Tn. Tesso Nilo.

(humas tntn)

Peraturan Masuk Kawasan

Ijin Masuk Kawasan

 

Setiap pengunjung  dapat diberikan ijin masuk ke kawasan TNTN dengan ketentuan – ketentuan sebagai berikut:

Pengunjung nusantara /dalam negeri dengan tujuan rekreasi wajib membawa karcis tanda masuk kedalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang  dikeluarkan oleh Kantor Balai TNTN

Pengunjung mancanegara harus dapat menunjukkan paspor dan surat keterangan dari Kepolisian .

Penarikan retribusi karcis masuk berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No 59 tahun 1998.

Pembelian karcis masuk di kantor Balai TNTN di Pangkalan Kerinci.

 

Ijin Untuk Keperluan Khusus

 

Bagi para peneliti dalam negeri /mahasiswa yang akan mengadakan penelitian  di kawasan TNTN harus dapat menyerahkan surat rekomendasi dari Instansi (Perguruan Tinggi / LIPI) yang dilengkapi dengan proposal penelitian, sebagai syarat untuk memperoleh  SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi).

Bagi para peneliti dari mancanegara yang akan melakukan penelitian di dalam kawasan TNTN harus menyerahkan rekomendasi dari LIPI dan SIMAKSI dari Direktorat Jenderal PHKA Kementerian Kehutanan yang dilengkapi dengan proposal penelitian sebagai syarat untuk memperoleh rekomendasi memasuki kawasan TNTN

Para peneliti / mahasiswa yang mengadakan penelitian  wajib menyampaikan laporan hasil penelitiannya ke Kantor Balai TNTN.

Bagi para pihak yang ingin melakukan kegiatan shooting film harus mendapatkan SIMAKSI dari Direktur Jenderal PHKA Kementerian Kehutanan, menanda– tangani MOU dengan Balai TNTN, dan wajib menyerahkan copy film / video ke Balai TNTN.

 

Ketentuan Lain

1.    Setiap pengunjung yang memasuki kawasan TNTN harus mentaati petunjuk petugas di lapangan.

2.    Setiap pengunjung dilarang membawa alat yang diduga dapat digunakan untuk merusak kawasan dan potensinya.

3.    Setiap pengunjung dilarang membuat api atau perapian .

4.    Setiap pengunjung dilarang mengganggu atau mengambil satwa dan tumbuhan.

5.    Setiap pengunjung dilarang membawa senjata api / senjata tajam

6.    Setiap pengunjung dilarang membuang sampah di sembarang tempat.

7.    Setiap pengunjung dilarang memancing.

8.    Setiap pengunjuung dilarang berenang di sungai, karena ada buaya.

 

No

Jenis Pungutan

PP59 Tahun 1998

1

Pengunjung Mancanegara

 Rp. 10.000/orang/hari

2

Pengunjung Nusantara

  Rp. 1.000/orang/hari

3

Parkir   

kendaraan Darat

Roda 2 (dua)         : Rp.1.000

Roda 4 (empat)    : Rp. 2.000

4

Snapshots Mancanegara

Film Komersil       : Rp.2.000.000

Video Komersil    : Rp. 1.500.000

Handycamp          : Rp 100.000,-

Foto/kamera        : Rp. 25.000

 

5

Snapshots Nusantara

 

Film Komersil        : Rp.1.000.000

Video Komersil     : Rp. 500.000

Handycamp           : Rp 10.000,-

Foto/kamera         : Rp. 2.500

 

6

Peneliti Mancanegara

1. 1-15 hari/½ bulan   : Rp. 60.000,-

2. 16-30 hari/1 bulan  : Rp. 120.000,-

3. 1-6 bulan/½ tahun   : Rp. 150.000,-

4. ½ - 1 tahun                : Rp. 300.000,-

5. Diatas 1 tahun          : Rp. 450.000,-

 

7

Peneliti Nusantara

1. 1-15 hari/½ bulan  : Rp.   20.000,-

2. 16-30 hari/1 bulan: Rp.   40.000,-

3. 1-6 bulan/½ tahun : Rp. 50.000,-

4. ½ - 1 tahun        : Rp. 100.000,-

5. Diatas 1 tahun  : Rp. 150.000,-

 

 

 

Kirim Pertanyaan