All for Joomla All for Webmasters

Social Login

Remember me
Berita

Peringatan Hari Anak Nasional 2017 di TN. Tesso Nilo

 

Senin, Pagi (24/7) Balai Taman Nasional Tesso Nilo menerima kunjungan murid Taman Kanak - Kanak Bunga Bangsa sejumlah 45 murid dari kelas TK A dan TK B. Sejumlah berbagai rangkaian acara telah dilakukan dalam menggelar Hari Anak Nasional 2017 diantaranya ;

1. Senyum dan Sapa 
    Perkenalan antar murid baru bersama Guru, Pegawai #TNTessoNilo, Mahout Gajah, dan Dokter Hewan 

2. Gembira Loka (mempertemukan anak-anak dengan Gajah)
    Memperkenalkan satwa Gajah Sumatera yang dilindungi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia

3. Mewarnai Gambar Gajah
    Memberikan kesempatan kepada murid berkreasi jenis warna untuk mewarnai gambar Gajah Sumatera​

4. Cerita dan Menyanyi tentang Gajah
    Bercerita tentang Gajah dan menyanyi lagu Gajah versi sekolah TK.Bunga Bangsa

5. Pemberian Hadiah
    Memberikan bingkisan hadiah hiburan kepada seluruh anak-anak TK.Bunga Bangsa yang telah mengikuti rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional     2017

6. Ramah Tamah, dan
    Menikmati makanan secara bersama-sama di Aula Gajah

7. Foto Bersama
    Mengabadikan moment bersama di Taman Nasional Tesso Nilo

Pesan dari Kepala Balai TN.Tesso Nilo (Bpk. Supartono) yang diwakilkan oleh staffnya bahwa Anak merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, setiap anak harus mendapatkan ilmu kepribadian, kecerdasan, keterampilan, bekal keimanan, dan semangat kebangsaan serta kebugaran jasmani agar dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas, mengamalkan nilai - nilai Pancasila secara dini dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Titik Api Muncul, Tim Gabungan Bergerak Memadamkan

 

Pangkalan Kerinci, Juli 2017. Panas  dan kemarau yang terjadi berdampak munculnya titik api di kabupaten pelalawan, termasuk di kawasan TN. Tesso Nilo. Posko Satgas Dalkarhut TNTN memantau sudah mulai bermunculan titik api pada periode minggu kedua Juli 2017. Pantauan hotspot tersebut diperoleh dari  informasi satelit dan patroli udara yang dilakukan Satgas Dalkarhut Provinsi Riau,. Hasil pantauan menunjukkan terdapatnya titik api baik di dalam kawasan TNTN maupun disekitar kawasan.

Posko satgas Dalkarhut TNTN melaporkan bulan Juli 2017 terdapat 9 Fire Spot (FS) di resort Tesso Situgal ( 4 desa segati dan 5 desa gondai), 4 FS di resort Lancang Kuning Air Sawan ( 3 Desa Lubuk Kembang Bunga dan 1 desa kesuma), 1 FS di resort Onangan Nilo (desa Lubuk Kembang Bunga, dan 2 HS di resort (lancang Kuning Air Sawan).

Dari informasi titik api yang diperoleh, tim gabungan personil  TNTN, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan MPA langsung bergerak cepat untuk melakukan pengecekan dan jika terdapat kebakaran hutan tim melakukan upaya pemadaman. Tim gabungan juga melakukan kegiatan penyegelan lokasi-lokasi kebakaran untuk ditindak lanjuti dan diselidiki siapa yang bertanggung jawab.

Kendala utama untuk pemadaman dilapangan adalah terbatasnya sumber air, dan lokasi api yang sulit di jangkau. Pemadaman darat dilakukan dengan memaksimalkan peralatan yang ada dilapangan. KaPolres Pelalawan dan Ka BPBD pelalawan turut serta melakukan pemadaman di lokasi-lokasi tersebut.

Upaya pemadaman yang dilakukan juga dengan berkoordinasi dengan Satgas Dalkarhut Provinsi Riau untuk dilakukan pemadaman lewat udara (water bombing).

Tim gabungan saat ini masuh siaga satu dan berjibaku untuk memantau hotspot yang muncul dan memadamkan serta pendinginan kebakaran hutan yang terjadi. Selain itu tim gabungan terus melakukan kegiatan penyuluhan dan penyadartahuan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran yang dapat merugikan kita bersama.

 

Semoga dengan segala upaya yang dilakukan dapat mengatasi kejadian kebakaran hutan yang terjadi dan bencana asap tidak terulang kembali.

 

Kulim masih dijumpai di kawasan TN. Tesso Nilo

Pangkalan kerinci, Juni 2017

Kegiatan Enumerasi plot sampel permanen (PSP) dilakukan oleh personil Balai TN. Tesso Nilo tanggal 13 s.d 22 Juni 2017. Monitoring flora difokus kan pada daerah yang masih berhutan di kawasan TN. Tesso Nilo, tepatnya Resort Onangan Nilo, SPW II Baserah. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memonitor keberadaan flora di kawasan TN. Tesso Nilo sehingga data yang diperoleh dapat digunakan untuk sumber rujukan dan rencana pengelolaan kawasan.

 

Kegiatan enumerasi PSP tersebut menemukan masih terdapat berbagai jenis pohon langka diantaranya  pohon kulim (Scorodocarpus borneensis). Pohon kulim khususnya di provinsi Riau merupakan jenis yang keberadaannya semakin langka. Penyebab kelangkaan tersebut karena pemanfaatan kayunya namun belum ada upaya budidaya. Kawasan TN. Tesso Nilo masih menyimpan potensi indukan pohon kulim. Hasil enumerasi PSP yang dilakukan menemukan beberapa individu berukuran diameter 70 s.d 100 cm dan juga di jumpai anakan kulim tersebar disekitarnya.

Keberadaan pohon pohon langka seperti kulim di kawasan TN. Tesso Nilo membuatnya menjadi semakin penting untuk dijaga dan dilindungi.

 

Musim kemarau datang, TNTN siagakan posko Satgas Dalkarhut dan perkuat koordinasi

                         

 

Balai TN. Tesso Nilo sangat berkomitmen untuk mengatasi dan menghentikan kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Bentuk komitmen dan keseriusan tersebut dilakukan dengan membentuk dan menyiagakan posko Satgas Dalkarhut TNTN. Posko mulai disiagakan awal musim kemarau 2017  tepatnya semenjak 3 Juli 2017 dan dipimpin langsung oleh Ka Balai TNTN Bpk. Supartono S.Hut, MP, komandan lapangan Ka SPW I LKB, Bpk taufiq Haryadi S.P dan Ka SPW II Baserah Bpk. M. Ibram A. C .S.Hut, MsC.

Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi awal dan pengendalian kebaran hutan di kawasan TNTN dan sekitarnya.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah:

1. Update data hotspot (HS) (dari pantauan satelit dan patroli udara Satgas Dalkarhut Prov. Riau, pemetaan HS dan pelaporan HS

2. Patroli pencegahan kebakaran hutan serta penyuluhan dan penyadartahuan kepada masyarakat

3. pengecekan HS

4. Pemadaman kebakaran hutan dan lahan

 

 

Untuk mengefektifkan fungsi dan tugas, posko satgas dalkarhut TNTN melakukan peningkatan koordinasi dengan instansi lainnya (TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, Desa, dan Mitra perusahaan sekitar kawasan). Kegiatan koordinasi dilakukan untuk memperkuat jejaring sehingga apabila terjadi kebakaran dapat ditangani bersama sehingga dapat segera dipadamkan.

Dengan semua persiapan yang dilakukan baik di tingkat lapangan dan posko informasi satgas Dalkarhut TNTN serta memperkuat koordinasi dan jejaring komunikasi dengan instansi terkait lainnya (Satgas Dalkarhut Provinsi Riau dan Kab. Pelalawan, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, Desa, dan Mitra perusahaan sekitar kawasan) diharapkan akan dapat menekan dan meminimalisir dan bahkan menghentikan kejadian karhutla di kawasan TNTN khususnya dan kabupaten pelalawan dan Provisi Riau umumnya.

  

 

Tim Gabungan BTNTN Temukan Tambang Emas Ilegal (PETI)

Pelalawan, 20 Juni 2017. Penambangan tanpa ijin (Peti) di dalam kawasan TNTN berhasil ditemukan oleh tim gabungan BTNTN yang terdiri dari BTNTN, TNI, POlRI dan Masyarakat. Berawal dari adanya laporan dari masyarakat, Taufiq Haryadi, SP selaku Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I langsung melaporkan dan berkoordinasi dengan Kepala BTNTN untuk mengambil langkah-langkah agar kegiatan Peti yang sedang berlangsung segera dihentikan dan dilakukan penegakan hukum.

 

1 (satu) hari berselang diterimanya informasi adanya kegiatan Peti di dalam kawasan TNTN, Ka SPW I LKB mengambil langkah awal dengan memerintahkan 2 (dua) orang petugas SPW I LKB melakukan intelijent ke dalam kawasan TNTN (TKP) untuk memastikan lokasi, jumlah pelaku dan menggambarkan situasi lapangan. Lalu kemudian setelah adanya laporan dari petugas intelijent Kepala Balai TNTN langsung menurunkan tim gabungan untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku Peti tersebut. Kegiatan Peti ini harus dihentikan dan dilakukan penegakan hukum karena merupakan tindak pidana yaitu melanggar UU Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan (P3H), dan juga dapat mencemari kualitas lingkungan. Tegas Kabalai TNTN.

 

Ditambahkan, dampak dari kegiatan Peti ini juga berbahaya untuk masyarakat sekitar kawasan TNTN karena dapat mencemari air sungai yang dimanfaatkan masyarakat pada wilayah hilir. Semua orang mengetahui bahwa masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga masih banyak yang memanfaatkan air Sungai Nilo untuk kehidupan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Jika dibiarkan maka akan dapat merusak mata manusia yang bersentuhan dengan air yang sudah tercemar akibat kegiatan Peti tersebut.

 

Akibat lain dari kegiatan Peti ini jika tidak dihentikan juga akan berdampak pada konflik sosial antar masyarakat. Kegiatan Peti ini dilakukan oleh orang yang datang dari luar daerah desa-desa yang berada dipinggir kawasan TNTN. Ketika pelaku berhasil mendapatkan emas tentu masyarakat yang berbatasan langsung dengan TNTN akan marah dan muncul cemburu sosial. Sehingga menjadi penting untuk segera diambil tindakan hukum.

 

Tim gabungan yang langsung dipimpin oleh Ka SPW I berhasil menemukan dan menghentikan kegiatan Peti dimaksud. Namun disayangkan tidak berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku karena pelaku berhasil melarikan diri alias kabur. Akhirnya tim gabungan mengambil tindakan memusnahkan 1 (satu) unit pompong/perahu rakit milik pelaku dengam cara membakar langsung dilokasi kejadian dimana sebelumnya terlebih dahulu mengamankan barang bukti beberapa alat-alat yang digunakan untuk penambangan emas seperti dulang, tali pengikat rakit dan lainnya.

 

Saat ini tim gabungan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Balai TNTN untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Semoga pelaku segera ditemukan oleh penyidik

 

Kirim Pertanyaan